Mereka tiba di rumah sakit, Dara segera dibawa ke ruang bersalin. Dara berusaha untuk tidak menjerit tanpa arti. Ia meneriakan istifghfar, dan doa Nabi Yunus. Dara masih berharap, bisa melahirkan normal. Meski kemungkinan itu terasa sangat kecil. Ruang operasi tengah disiapkan, Dara merasakan sakit luar biasa. Kemeja Arka sampai lepas semua kancingnya, karena ia renggutkan dengan sangat kuat. Dara menarik napas dalam, lalu ia hembuskan perlahan. Sakitnya makin tak dapat ia tahan. Dara menjerit, ia mendorong sekuat yang ia bisa. Berulang kali, Dara melakukan hal yang sama. Dengan penuh semangat, dan keyakinan, kalau ia bisa. Sampai akhirnya, suara bayi menangis terdengar, membuat Arka termangu, matanya tak berkedip. Napas Dara terdengar memburu. "Alhamdulillah.... " mata dokter berkaca-k

