Arka mendapat kabar, kalau Bu Maryam, nenek Asifa meninggal. Dan, Aska akan datang ke Jakarta bersama Asila. Asifa tidak bisa ikut, karena ia tengah hamil. Dikehamilannya ia sering terkena serangan pusing, mual, bahkan pernah sampai pingsan. Karena itulah, Aska pergi hanya berdua dengan Asila saja. Arka, dan Dara yang menyambut kedatangan Aska, dan Asila di bandara. Aska dijemput oleh Arka, dan Dara di bandara, mereka pergi bersama ke rumah duka. Di dalam perjalanan menuju rumah duka. "Kenapa kalian tidak mengadakan resepsi, Aska?" Tanya Arka. "Tidak perlu, Paman. Yang pentingkan sudah sah, secara hukum agama, dan secara hukum negara." "Acara empat bulanan kehamilan Asifa juga kenapa tidak mengundang keluarga besar?" "Penghematan," sahut Aska diiringi gelak tawanya. Arka juga ikut te

