Mia menarik napas dalam. "Saya jawab sekarang atau nanti sama saja Pak" "Jadi kamu akan jawab sekarang Mi?" "Ya Pak" "Tidak ingin dipikirkan dulu Mi?" "Tidak Pak" "Apa jawabanmu Mi?" "Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya Pak, tapi saya tidak bisa menjadi istri Bapak?" Pak Adi menatap Mia dengan pandangan kecewa. "Kenapa Mi? Apa alasannya?" "Saya tahu bagaimana sakitnya hati saat cinta suami terbagi Pak, saya sudah bersumpah di dalam hati saya untuk tidak akan pernah menyakiti hati wanita lain Pak" "Tapi istri-istri saya tidak keberatan kalau saya menikah lagi Mi?" "Meski istri-istri Pak Adi mengijinkan, saya tetap tidak bisa Pak, saya mohon maaf dan saya harap Bapak bisa menerima keputusan saya" "Tolong dipikirkan dulu Mi" "Maaf Pak, keputusan saya sudah bulat" "Aku mencint

