"Aa" Mia berusaha menepiskan tangan Raffa yang mulai bergerilya di bawah perutnya. Tapi Raffa tetap meneruskan aksinya. Mia jadi gelisah, pahanya kadang ia rapatkan, kadang ia buka lebar. Tanpa ia sadari pinggulnya kadang terangkat. Mia memejamkan mata, ia menggigit bibir bawahnya. "A" kepala Mia mendongak, punggungnya terangkat. Suara erangan ke luar dari bibirnya. "Kenapa Mi?" Tanya Raffa menggoda. "Aa" "Kenapa Mi? Kamu ingin apa?" Raffa terus menggoda Mia, wajah Mia yang merah padam karena mulai terbakar gairah membuat Raffa senang melihatnya. "Sudah berapa kali meledaknya Mi?" Raffa masih terus menggoda. Wajah Mia semakin merah padam. Ia tidak berani membuka mata. Rasa malu di hatinya sungguh luar biasa, meski ia ingin Raffa melakukan sesuatu yang lebih, tapi ia menahan diri u

