“Ini aku simpan saja kalau kamu maksa. Aku enggak bakal pakai uang yang sudah susah payah kamu tabung dari jerih payah kamu ini. Kamu sudah nabung sedari kamu masih dalam pengobatan bukan? Mamaku juga sudah cerita banyak tentang kamu yang sempat menjalani pengobatan Leukemia” aku terdiam mendengar kalimat yang diucapkannya. Tidak pernah kusangka Rendi sudah banyak mengetahui tentang diriku. Padahal aku sendiri tidak pernah membicarakannya. “Mawar kuning itu melambangkan kesetiaan. Kata Rendi percuma kalau cinta tapi enggak setia. Lebih baik setianya ditunjukkan terlebih dahulu baru cintanya yang menyusul” Tidak kusangka Tuhan benar-benar mengganti cinta lamaku yang telah pergi dengan cinta baru yang benar-benar bisa membuatku bahagia. Bahkan Rendi, cintaku yang baru, sudah jauh melebihi

