Saat sedang asik mengamati perubahan Aisyah, tiba-tiba Rendi sudah berdiri di depan pintu yang terbuka. Aisyah memang sengaja membuka pintunya untuk menghindari kesalahpahaman. Namun sepertinya itu tidak berpengaruh pada Rendi. Dia sudah berdiri terpaku di depan kami dengan raut wajah yang masam. Rendi melangkah masuk dan duduk di sofa berhadapan dengan Usman. Tatapan matanya tajam melihat Usman yang kini sedikit gugup berhadapan dengannya. "Ais sayang, tolong ambilkan aku minum. Airnya yang dingin ya sayang. Enggak tahu kenapa aku merasa panas" perintah Rendi dengan tetap menatap Usman tajam. Padahal cuaca di luar sedang mendung, kenapa Rendi kepanasan? Mungkin hatinya yang sedang panas karena kehadiran Usman. Dengan cepat aku mengambil segelas air dingin dan memberikannya pada Rendi.

