"Aku belum selesai denganmu," ucap Jerome datar sebelum berlalu, memesan sesuatu di dalam dan dari kaca yang bisa Latisha lihat, gestur pria itu tampak ramah dan mampu merebut hati si pemilik kedai dengan baik. Membuat Latisha mencelos, mengutuk dalam hati. Lima menit dan Jerome kembali. Latisha berdeham, menyilangkan kakinya di bawah meja saat dia memilih untuk menatap jalanan yang senggang di malam hari. Suara kursi berderit hingga tarikan napas panjang masih belum mampu menggoyahkan pertahanannya untuk sekedar melihat wajah tampan pria itu. "Aku tiba-tiba merindukan Latisha yang dulu." "I am sorry, but the old Latisha can't come to sit in front of you right now." Jerome membalas dengan tatapan geli. "Why?" "Cause she's died." Kalimat Latisha sama sekali tidak bisa melunturkan eks

