IKYWT - 63

1035 Kata

"Iya, Mama. Serius. Mana pernah aku bohong?" Latisha mencibir pelan. Setengah jam sebelum bel berbunyi, dia mengirim pesan pada ibunya untuk tidak perlu menjemput lebih awal. Karena demi Tuhan, Latisha bosan kalau harus tenggelam dalam arisan para sosialita dan berakhir buruk dengan mereka memamerkan kekayaan yang membuat emosi ibunya tersulut. Tidak suka karena arisan dijadikan ajang pamer. "Nanti kukabari. Aku tidak akan pulang naik taksi, tidak akan naik bis umum dan tidak jajan sembarangan. Sudah?" "Sudah! Pintar anak Mama. Kecup jauh dari rumah, sayang." Latisha menarik napas dengan senyum. Mengusap dadanya sendiri dengan anggukan kepala. Dan dia menutup sambungan telepon saat langkahnya berhenti tepat di depan ruang musik. Matanya bergerak menatap sekitar. Tahu kalau sekolah sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN