Alana mendesah panjang. "Kau berkencan dengan Taraue sekarang. Dan yang jelas, pria itu bukan dia. Latisha, kita berdua tahu kalau Taraue tidak tamat SMP. Lantas, kenapa kau mau?" "Aku mendapat penolakan berkali-kali, Alana. Dari sosok yang aku kagumi, yang aku berikan sepenuh hatiku. Patah hati itu menyakitkan dan aku benci merasakannya. Aku menjadi lemah hanya ketika menatap matanya, lalu mengutuk diri sendiri yang begitu bodoh. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana rasanya. Mama tidak pernah melarangku untuk berkencan selama ini. Tapi aku yang tidak pernah bisa mencintai orang lain." "Latisha," Alana meraih tangannya. Meremasnya lembut. "Kau tidak salah. Serius. Dari separuh ceritamu, kau berusaha untuk tetap setia pada satu pria dan dia sebaliknya." Latisha menarik napas getir. "Ini

