Sepintas dalam sekelibatan mata, Latisha bisa melihat sorot mata Taraue tampak mengiyakan meski dalam arti berbeda. Latisha mendesah pendek, menyapukan telapak tangannya pada pelipisnya dan menunduk. "Tapi kau tidak perlu cemas. Bocah ingusan itu jelas bukan tandingan band kami saat ini." Latisha bisa mendengar nada percaya diri terselip dalam suara Taraue. Saat pemuda itu mengacungkan jempol dan memberi seringai lebar, Latisha hanya bisa membuang mukanya ke arah lain. Merasa bosan dan mual tiba-tiba. "Musik Black Death pada dasarnya tidak jauh dari kami. Hanya saja aku akui, teknik menyanyi Oda sangat bagus. Bakat itu terlihat di kontes beberapa tahun lalu. Oda lebih pandai bermain suara dibanding kemampuan gitarnya yang payah." Latisha kembali menatap mata Taraue saat minuman mereka

