Kenzo mengatur langkah memasuki Mall. Tidak cepat tidak juga lambat. Sesekali dia tampak tersenyum. Tadi ketika di apartemen, dia merasa sangat bosan sendirian. Oleh karena itu dia menghubungi Molly untuk sekedar menganggu. Tapi, ketika dia menerima alamat dari Molly, dia jadi ingin menyusul perempuan itu. “Enak ya kamu Molly. Aku sendirian di apartemen, kamu senang-senang di sini.” gerutu Kenzo. Kenzo melangkah kakinya menuju tempat karaoke, tanpa terlalu memperdulikan sosok tubuh seorang gadis yang tengah berjongkok menangis tersedu-sedu. “Eh.. tunggu.” Kenzo tiba-tiba berhenti. Rasanya dia kenal dengan sosok tubuh yang berjongkok tersebut. Kening Kenzo berkerut. Perlahan dia memundurkan langkahnya kembali. “Molly.” Tutur Kenzo heran. Dia langsung mengenali sosok tubuh itu dengan sek

