Pukul empat sore, Raffa mengantarkan Kayla ke butik. Dia tak berlama-lama di sana karena masih harus menyelesaikan pekerjaan. Para pegawai butik pun tidak menanyakan apapun. Mereka tetap bekerja dengan baik. Pukul lima sore, butik di tutup. Kayla mulai mempercayakan butik pada salah satu pegawainya yang bernama Silvya. Dia bahkan memberikan kunci cadangan butik pada Silvya. Agar mereka tetap bisa bekerja jika saja dia tidak bisa datang. Saat butik sudah di tutup dan Kayla hendak pulang, datang Adam. Mungkin, dia bermaksud untuk menjemput Kayla. "Mau pulang? Ayo aku antar," ucap Adam. Kayla menyunggingkan senyum tipis sedikit sinis. Tanpa bicara atau menolak, dia masuk ke dalam mobil Adam. Lumayanlah, menghemat ongkos. "Kamu sehat kan, Kay?" tanya Adam memulai pembicaraan. "Sehat." Kay

