Hari ini, Adam terlihat begitu sibuk. Karena pusing juga kesal, berkali-kali sekretarisnya terkena semprotan kemarahan Adam. Padahal, sekretarisnya tak melakukan kesalahan yang fatal. Hanya sebuah kesalahan kecil yang Adam besar-besar kan. "Apa kau bodoh?! Kau sudah bekerja lebih dari tiga tahun di sini! Kau harusnya sudah tahu semuanya!" Adam kembali membentak Maria, sekretarisnya. Maria pun tak berani membalas. Setia menundukkan pandangan, berharap kemarahan Adam segera selesai. "Ini sudah ketiga kalinya kau melakukan kesalahan dalam sehari! Bagaimana ke depannya hah?! Kau harus bekerja dengan benar!" Lagi, Adam membentak. Maria masih setia diam dengan kepala menunduk. Sadar diri kalau dia adalah bawahan Adam. Kalau dia melawan, bisa-bisa dia kehilangan pekerjaan. Dan pekerjaan ini san

