Siapa sangka kompetisi kecil yang melibatkan beberapa kampus saja dari satu kota menjadi ajang terkemuka setiap tahun. Rumor permusuhan antarkampus menjadi pemicu ramainya kompetisi dan saatnyalah membuktikan kekuatan di sebuah arena. Stadion dan gedung olahraga di kota mendadak ramainya, umumnya didatangi mahasiswa kampus-kampus terlibat untuk mendukung perwakilan mereka. Ada juga remaja SMA yang ikut menyaksikan, dilihatnya pertandingan itu, setiap mengetahui betapa hebatnya seseorang yang sedang berlagak, teriakan mereka menggema. "Aku akan masuk universitas itu saja nanti, mantap sekali tendangan orang itu." "Laju sekali larinya, sepertinya aku akan masuk universitas yang itu saja." Menilai keinginan dari sebuah pertandingan sampai lupa hal penting yang harus mereka lakukan adalah

