TWELVE

1540 Kata

"Istirahat aja dulu, Giz. Biar gue yang ngerjain sisanya." Aku menoleh saat mendengar suara Ayu yang berjalan menghampiri. Cewek bersurai hitam legam itu tersenyum padaku dan memberikanku segelas teh hangat. Ia tersenyum lembut dan menarik kursi yang berada tepat di seberangku. "Sedikit lagi, Yu. Tanggung," sahutku. Tanganku terus merapikan tatanan bunga yang ku rangkai sedari tadi. Ini sudah bucket yang kedua. Ayu mulai membantuku untuk merangkai bucket terakhir. Tangan halusnya mulai mengambil beberapa tangkai mawar merah muda dan baby breath sebagai perpaduan. Kami mengerjakannya diiringi alunan musik akustik yang mengisi sudut toko. Oh, benar. Aku bekerja di salah satu florist milik keluarga Ayu dan kebetulan Ayu yang memegang cabang di Tangerang. Tanpa pikir dua kali aku pun men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN