Deretan gedung saat pagi memancarkan pantulan cahaya oranye yang megah begitu matanya menatap hamparan yang luas dari ketinggian lantai ke 120 gedung JE'O. Jee membuka lemari menyimpan beberapa botol wiski, lalu ia keluar menuju atap gedung. Ia merasakan angin pagi itu teramat menusuk karena hujan baru saja turun. Jee berjalan pelan menuju dinding pembatas dan menaikinya, ia dapat merasakan kejelasan angin menimpa rambut dan wajah. Kemudian Jee duduk bersila di atas dinding pembatas dan menenggak beberapa kali minuman dalam botol, serta Jee menikmati satu batang rokoknya, menyemburkan asap itu keluar ke angkasa. Sadar dengan kondisi yang membuatnya berantakan Jee menatap ke bawah, membayangkan jika ketinggian dari lantai akhir JE'O akan mengakhiri semuanya. Tapi Jee mengingat

