Hanania dan Arafan pulang menjelang petang. Mereka memercayakan Hira pada Dimas dan Andara. Sesuatu yang terbilang di luar kebiasaan. Hanania turun terlebih dahulu, tak lupa membawa oleh-oleh bolu ketan hitam itu. Meski sedikit tidak enak hati, ia berusaha bersikap biasa. “Selamat sore, ada orang di rumah?” tanyanya basa-basi. Membuat Andara yang sedang menyapu lantai mengerucutkan bibir. “Ini dugong ya, Mbak? Jam berapa ini?” “Sorry, Ra, di luar rencana,” jawab Arafan yang membawa beberapa barang-barang dari rumah Tangerang. Ia tepat di belakang Hanania. “He, maaf, ya, Ra? Emang Dimas belum balik?” Andara semakin cemberut. “Yang ditanyain mah Hira, malah siapa.” “Iya, iya. Ya udah Mbak masuk duluan, ya,” ujar Hanania tak jadi menggoda Andara. Gadis itu meneruskan aktivitasnya member

