'Ciye pengantin baru basah ya rambutnya.' 'Gol berapa kali nih semalam.' 'Sudah punya guling hidup ya.' ‘Langsung pulang ya, di rumah sudah ada yang nunggu.’ Kalimat-kalimat tersebut biasanya menjadi ledekan sebagai penanda ucapan selamat datang bagi Ahmad dari para seniornya disertai kalimat lain yang dimaksudkan meledek Ahmad. Dia selalu ditanggapi dengan tawa cekikan. Ahmad harus siap meladeni pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Namun, pertanyaan itu seakan lenyap entah kemana. Sejak Ayu kembali sehat dan sudah rutin datang sesuai dengan jadwal mengajar. Tidak ada lagi yang meledek Ahmad dengan status pengantin barunya. Mungkin karena mereka ingin menjaga perasaan Ayu karena kejadian terakhir saat Ayu meluapkan kemarahannya saat menerima undangan pernikahan Ahmad mau tidak mau jad

