Permintaan

1059 Kata

Salamah duduk di sofa bed ruang TV, apa yang harus dia katakana ketika bertemu dengan Ahmad. Matanya manatap lurus ke televise yang menyala di depannya. Namun, pikirannya melalang-buana, berbagai macam kemungkinan berputar otomatis di otaknya. ‘Ya Allah, bagaimana ini? Aku tinggal serumah dengan pria yang sangat menyebalkan dan lebih parahnya dia adalah suamiku. Suami yang dengan sangat sadar aku akui dia telah memintaku untuk menjadi istrinya di depan kedua orang tuaku, bodohnya aku menerimanya tanpa memikirkan pertimbangan apapun saat itu Tidak mungkin aku terus menghindarinya, Tidak mungkin juga aku tidak melayaninya. Status dia memang suamiku, tapi aku belum siap kalau harus menyerahkan jiwa ragaku pada laki-laki yang belum aku kenal. Terlebih lagi hari ini aku mengetahui sesuatu ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN