Salamah menggelang, dia tidak mungkin salah membaca pesan tersebut baik isi maupun sang pengirim pesan. “Gak, Bun. Aku baca berkali-kali,” tegas Salamah meyakinkan bahwa dirinya tidak salah membaca pesan tersebut. Bahkan setiap baris dan aksara yang ada di ruang obrolan antara Ayu dan Ahmad masih sangat jelas dia ingat tiap kata dan hurufnya. “Ungkapan love you disertai emoticon love yang dia ketik untuk Bu Ayu itu sama seperti kalau dia ngirim ke aku, Bun,” adu Salamah membuat Mega menggelengkan kepala sembari beristighfar. Bagaimana bisa dia kecolongan tidak mengetahui kalau Ahmad bisa melakukan hal seperti itu. Rasa bersalah yang Mega rasakan karena memang dia merasa mengenalkan Salamah pada Ahmad meskipun dia sendiri tidak menyangka kalau pada akhirnya hubungan mereka berlanjut hing

