Alexa duduk dan berusaha untuk mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Mas Lukas dengan seksama. Alexa sangat menghargai laki-laki sederhana yang saat ini berada di hadapannya. Apalagi jika bersamanya, Alexa selalu merasa tenang. "Ada apa, Mas?" "Tolong dengarkan saya dan jangan menyangkal dulu!" Alexa menganggukkan kepalanya. "Saya tahu bahwa kamu masih sangat mencintai dia, Xa." "A." Alexa langsung ingin menjawab dan membantah perkataan Mas Lukas, tapi bibirnya langsung ditutup oleh jari telunjuk laki-laki yang berada di hadapannya tersebut. Kemudian Mas Lukas menggelengkan kepala sebagai isyarat bahwa Alexa tidak boleh menjawab perkataan darinya. "Heeemh." "Saya tahu dan bisa menilai semuanya dengan baik. Dengar! Saat saya terluka waktu itu, kamu tampak begitu panik dan beg

