Alexa berdiri di sisi jendela ruang perawatan yang menghadap ke arah parkiran luas di rumah sakit tempat ia dirawat inap. Rambutnya yang hitam panjang tergerai dan bergerak gemulai karena tertiup angin yang melewati beberapa lubang kecil di jendela yang ia buka dengan tangan kirinya. Wajahnya masih terlihat pucat. Alexa memang belum pulih total, tapi ia ingin segera pulang dengan banyak alasan. Tentu saja hal yang paling ia pikirkan adalah pekerjaan yang bermuara pada uang. Dari dalam ruangan, Tuan Arion menatap ke arah yang sama dengan Alexa. Tapi matanya hanya tertuju kepada wanita yang sangat ia cintai tersebut. Keinginan hatinya sangat kuat untuk memeluk Alexa dari belakang sambil menyandarkan dagu di bahu wanita itu dan tersenyum manja. Tuan Arion tidak pernah tahu kapan ia bisa me

