Pemberitaan

1296 Kata

"Iya? Apa? Tolong urus semuanya," ucap Erna dengan seseorang di telepon. Ia sedang berbicara dengan meneger Wildan yang sudah berada di kantor polisi. "Aku percayakan masalah ini padamu dan juga pengacara." Lagi-lagi Lolita sedang bersama Erna. Sorot matanya penuh tanya ketika Erna sedang berbicara di telepon. Seorang pelayan menaruh cake di meja teras belakang rumah. Lalu berjalan mundur dan kemudian membalikkan badan. Erna mematikan panggilan telepon dan kemudian tatapan matanya lurus menerawang. Melihat ke arah cake di atas meja. Namun pandangannya itu tampak samar. Walau Lolita sangat ingin tahu. Namun ia tidak ingin terlihat kepo. Ia masih mengunci mulutnya agar tidak tergelincir untuk bertanya. Lolita tahu tanpa bertanya pun Erna pasti akan memberitahukannya. Makanya itu dia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN