Wajah Clara pucat pasi. Di dalam hatinya terjadi perang batin. Antara ingin mengatakan yang sejujurnya saat ini juga atau ia terus berbohong saja? Di sisi lain hati Reno sangat yakin jika Clara telah menyembunyikan sesuatu darinya. “Katakan yang sejujurnya Ra. Demi kebersamaan yang pernah terjalin di antara kita.” Air mata Clara sudah penuh terkumpul dan mengantri di pelupuk matanya. Perlahan buliran hangat mengalir membasahi pipi Clara yang bersih. “Sebetulnya ....” Clara menghela nafas panjang. Menguatkan diri dari sisa-sisa keberaniannya yang sudah mulai terkikis. Reno masih bersabar untuk menunggu jawaban yang akan diucapkan Clara. Clara sudah menggerakkan bibirnya. Ia hendak berbicara. “Clara ...!” Suara Wildan memanggil Clara dari balik punggungnya. Reno yang juga mendengar

