Makan malam

1400 Kata

"Aku? Kapan aku memberitahumu?" tanya Wildan lagi. Ia sungguh tidak ingat kapan dirinya memberi tahu tentang tempat pribadi ini pada Nia. Nia menarik nafas panjang. Ia sadar diri jika kehadirannya tidak berarti. Jika apa pun itu ia tidak lah penting. "Bukannya kita berteman ya?" tanya Nia lagi. "Bahkan aku sangat mencemaskan terjadi sesuatu padamu. Aku sangat mencemaskan kamu akan mendapatkan masalah atas meninggalnya Herman." Wildan terdiam. "Mm ...." Bibir berdecap dan mimik mukanya tidak enak hati pada Nia. "Bukan begitu maksudku. Aku jg menganggapmu sebagai temanku. Aku tidak bermaksud untuk tidak menganggapmu." "Apa kamu sedang melarikan diri, karena itu kamu tidak ingin diganggu?" tanya Nia dengan tatapan menerawang dan prihatin. Kedua mata Wildan membulat. Terkejut Nia bisa mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN