Di seberang sana, Nia masih menghujat Clara dengan kata-kata menyakitkan. Ia tidak peduli jika Wildan pernah melakukan kasalahan yang fatal. Baginya tetap Clara lah yang salah di sini karena tidak tahu diri. “Terserah kamu Nia. Terserah apa yang kamu katakan. Aku tidak akan mendengarkan pendapatmu! Kamu adalah orang yang sangat mengerikan!” seru Clara sembari mematikan sambungan telepon lebih dulu. Clara memandangi ponsel yang dipegangnya. “Ya Tuhan ... kenapa banyak sekali orang tamak di muka bumi ini,” keluhnya sembari menaruh ponselnya itu di atas meja. Kedua tangan Clara terlipat di depan dadaa dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Berusaha merilekskan diri dari semua yang dialaminya saat ini. Walau ingin mengabaikan apa yang

