Membunuh Herman

1160 Kata

                Hening.                 Tidak ada suara. Hanya terasa angin berhembus dingin. “Apa dia mati?” tanya Clara lirih. Semua mata melihat ke arah Herman yang terkapar di atas tanah. Kepala Herman bersimbah darah sangat deras dan menakutkan. Wildan terengah dan kemudian melempar batu besar yang ada di tangannya ke samping.   Suara batu besar nan keras terhempas ke tanah. Reno menendang kecil kaki Herman. Memeriksa apakah Herman mati atau tidak. “Dia tidak bergerak ....” “Biarkan saja dia mati! Toh Herman memang menginginkan hal itu kan!” sahut Wildan yang masih tersulut amarah dan kemudian menghampiri Clara. Ia membetulkan baju Clara yang compang camping. Walau satu robekan di blousenya yang terlihat jelas itu tidak bisa dengan maksimal menutupi bagian-bagian tubuh tertent

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN