Herman menatap Clara tajam. Tatapannya memicing dengan sebuah senyuman menyerigai terpampang nyata di wajahnya. “Kamu ingin kabur?” tanyanya meremehkan. “Tidak ... Kamu tidak akan bisa pergi ke mana-mana. Aku pastikan kamu akan tetap di sini.” Clara menelan ludahnya. Walau sangat merasa takut tapi tatapannya tetap tajam memandangi Herman. Herman mendekat ke arah Clara dan berjongkok di depannya. “Aku hanya ingin bersamamu. Menghabiskan waktu denganmu. Hanya berdua. Hanya kita. Tidak ada yang lain ...,” ucapnya lirih. Jemari Herman mengusap lembut dan perlahan di kulit wajah Clara dan kemudian menarik lakban cekolat yang menempel di bibir Clara. Menariknya dengan sangat kencang. Hingga bulu-bulu halus yang ada di sekitar mulut Clara menempel dan juga ikut tertarik. Clar

