Reno meminta Nia untuk segera pulang. Ia tidak mau berdebat dengannya hanya karena masalah begini. Tapi sepertinya Nia belum puas jika tidak memperpanjang masalah. "Jangan sok mencintai Clara dengan tulus. Aku tahu cintamu untuknya itu hanya kepalsuan. Aku tahu kamu itu memanfaatkannya. Makanya kamu berniat ingin menjadi meneger Clara kan? Itu semua agar kamu bisa menguasai hartanya!" seru Nia sambil menghardik Reno dengan hari telunjuknya. Reno mengantupkan bibirnya rapat. Membalas tatapan Nia tajam tanpa balasan kata-kata. Ia malas berdebat seperti ini dengan Nia. Reno pun langsung berjalan melewati Nia, menuju pintu keluar. "Hei, kenapa kamu malah pergi?! Mencoba kabur dari kenyataan ya? Atau tidak sanggup mendengarkan apa yang aku katakan ini memang benar?" Nia terus menghardik Ren

