Sudut Pandang Maxine Martin "Maxine!" Kami semua menoleh mendengar suara panggilan seorang pria yang baru saja tiba. "Ethan!" Aku langsung tersenyum melihatnya. Ethan terlihat seperti baru bangun tidur. Dia masih mengenakan kaos dan celana pendek yang kupakaikan tadi malam, dengan rambut yang acak-acakan. Dia segera menghampiriku. "Max, maaf aku bangun kesiangan—" "Hmm." Kami mendengar Tuan Enzo berdeham, membuat Ethan langsung menghentikan ucapannya. "Ethan, kudengar tadi malam kamu pulang dalam keadaan mabuk. Apa kamu minum sambil menyetir?" tanya Tuan Enzo dengan nada tenang, namun pandangannya tajam tertuju pada putranya. Syukurlah, perhatian Tuan Enzo kini teralihkan dari tatapan intens yang tadi membuatku hampir meleleh. Dia terlihat semakin muda dengan auranya yang segar. “

