15. Pahlawan Yang Disia-sia

1257 Kata

“Kenapa masih diam saja? Apa kamu tak ingin membantuku mencari Alena? Ini sudah malam, Alena bisa-bisa akan sulit ditemukan, nanti!” Bentakan Ryan dirasakan Laras bagai suara petir yang menggelegar. Mengagetkan sekaligus membangunkannya dari kesedihan. Ditatapnya Ryan dengan hati pilu. Ia begitu panik dan cemas Ryan dengan kepergian Alena sampai ia sanggup menghardiknya sekeras itu. “Alena pasti belum berjalan jauh jika hanya jalan kaki. Karena pintu ini terbuka sekitar dua puluh lima menit yang lalu.” Ryan menatap tajam istrinya. Laras melihatnya sebentar lalu menoleh ke arah lain. Ia tak sanggup mengatakan apa pun kepada Ryan. Hatinya terlalu sakit. Sehingga bibirnya sangat sulit untuk terbuka dan bicara. Kepanikan dan kepedulian Ryan yang terlihat begitu jelas membuat hatinya hancur.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN