Bujang Lapuk (B)

1102 Kata

Ah, menyenangkan sekali. Mau melakukan apa pun, ingin apa pun tinggal tunjuk, tinggal meniupkan pluit yang menggantung di lehernya. Setelah itu Ryani datang dan membawakan apa yang ia mau. Ia terkekeh geli melihat wajah Ryani yang menahan kesal. Gue yang menang, kan? Keputusan Leo yang 'menambahkan' pekerjaan Ryani sebagai pelayan itu pun tidak ada yang bisa membantah. Yang memiliki kekuasan di sini ya dia. Bukan siapa-siapa. Jadi, Ryani pun tidak boleh menolak. Ia harus menuruti semua perintah Leo. Karena Leo adalah majikannya, dan tugas seorang pelayan adalah melayani majikannya. Leo manggut-manggut, senyum lebarnya tidak bisa ia tutupi. Oh, dia bahagia sekali. "Oh, Ryani!" Ryani menghentakan kedua kakinya seperti anak kecil. Baru saja dia mengantarkan jus pesanan tuannya, sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN