Salsa sekali lagi memandang wajahnya yang sudah mulai dipoles di cermin yang cukup besar di hadapannya "Mba, yang natural ya, gausah menor-menor" Salsa sekali lagi memperingatkan tukang rias salon, entah untuk keberapa kalinya Tukang rias tersebut hanya tersenyum, mungkin bosan mendengar celotehan Salsa, lalu mengangguk tanda mengerti "Oiya, warna leher ama muka disama rataiin yah Mba, ga lucu kalau leher saya item, muka putih, kayak t*i cicak ntar" Ros yang sedang duduk di sofa belakang Salsa pun angkat bicara "Ga selesai-selesai tuh Sa, banyakan komen kamu" Ida, teman Ros tertawa "Wajar lah Ros, Salsa kan baru di make up jadi mungkin agak ragu, iya kan Sa?" Salsa melihat pantulan Mamanya dan Tante Ida di cermin "He he iya, Tan" jawabnya patah Salsa sendiri jarang menginjakkan kak

