Matahari perlahan muncul di ufuk timur, menggantikan rembulan yang bersinar semalaman. Penduduk kota Jakarta masih banyak yang terbuai dengan nikmatnya malam, hingga lupa mentari telah menampakkan sinarnya. Salsa bangun uring-uringan ketika merasa percikan air mengenai wajahnya yang membuat dia harus menetralkan penglihatannya sepenuhnya "Apaan sih Ma!" dengus Salsa kesal "Apaan, apaan. Udah setengah tujuh Sa!" "Ha? Apa?!" Tanpa aba-aba Salsa langsung bangun menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi, Ros yang keluar dari kamarnya itu dengan se-gayung air di tangannya hanya bisa menggeleng "Timba airnya kemana Ma?!" teriak Salsa dari dalam kamar mandi "Ah iya ini ini, aduh maaf ya Mama lupa" Salsa membuka pintu kamar mandi dan hanya memperlihatkan kepalanya dengan badan

