"Salsabila hp lo pinjem sini cepetan!" baru saja Salsa masuk ke kelas, dan ia sudah mendengar teriakan dari seorang Nia
Salsa berjalan menuju bangkunya dan menyimpan tas ransel yang ia bawa "Apasih lo"
"Kameren lo kemana aja ama Alvin? anjir jadi kemarin itu dia jemput lo depan kelas? Lo kok ga pernah cerita ih" begini jadinya jika tidak bercerita dengan Nia, ia akan kepo sampai ke akar-akarnya.
"Belajar bareng doang di starbucks" jawab Salsa santai sambil memberi handphonenya pada Nia
"Lo udah jadi?!" tanya Nia histeris
"Ini apa nih? Lo habis video call?!" sambung Nia lagi sambil memperlihatkan screenshot saat Salsa dan Alvin videocall dengan muka Alvin yang bisa dibilang aib
"Lebay amat sih Ni, selow gue belum jadian keles"
"Masa?! terus apaan dong?"
"Tau ga kemaren Alvin bilang i love you ke gue, dia bilang gue lucu, terus pengen meluk katanya" ucap Salsa dengan senyum bangganya sambil mengingat kejadian kemarin
"Ha? Anjir Sa ya Allah mati nih gue"
"Kaget banget deh gue pas lo digoda-godaiin di grup angkatan" ungkap Nia
"Itu juga gara-gara gue nge-invite diri gue sendiri pake hp Alvin, mana gue tau kalau bakal jadi heboh kek gitu"
"Hm gue tau nih Alvin keknya lagi pdkt ama lo deh Sa" ucap Nia dengan nada serius
"Ah masa? Gue bukan tipenya Alvin kali, beda banget gue ama mantan-mantannya yang hitz gewla da ku mah apa atuh" jawab Salsa merendah
"Serius Sa, kayaknya Alvin suka deh sama lo"
*
Bel istirahat berbunyi bersamaan dengan Raihan yang memasukkan kacamatanya "Sa, ke kantin yuk"
"Iya entar satu paragraf lagi" jawab Salsa yang masih sibuk menyalin catatan dari papan tulis
"Eh iya gimana kemaren lo ama Alvin?" tanya Raihan sambil mengeluarkan handphonenya, berusaha ingin tahu
"Lo ga masuk di grup angkatan emang?" tanya Salsa dengan tangan yang masih sibuk menulis
"Ga"
"Pantas"
"Emang ada apaan di grup angkatan?" tanya Raihan yang terlihat mulai tidak sabaran
"Udah yuk ke kantin aja" ajak Salsa sambil mengemasi barangnya
"Di kantin entar ceritaiin ya"
"Ya"
Perjalanan Salsa menuju kantin kali ini makin mencekam, mungkin setelah kemarian dia dekat dengan Alvin membuat makin banyak orang yang tidak suka padanya, padahal Salsa sendiri tidak kenal dengan mereka. Tapi mereka seperti punya banyak waktu memperhatikan Salsa.
"Lah cewe itu bukannya deket ama Alvin? Sekarang malah sama Raihan" bisik seorang siswi pada temannya tapi dengan suara yang cukup keras sehingga dapat didengar oleh Salsa Raihan
Raihan seperti bisa membaca pikiran Salsa "Udah ga usah di denger" kata Raihan menenangkan cewek di sampingnya
"Anjir kalau tau gini jadi males ke kantin gue" Salsa merutuki diri sendiri karena kebodohannya
"Gue ga terima titipan ya hahahah" Raihan tertawa
"Ya lo mah pelit amat hahahaha" balas Salsa sambil memukul pelan bahu Raihan
Tapi tawa mereka berdua tak berlangsung lama, karena suasana kantin yang sedang ramai-ramainya, sebelas duabelas dengan pasar.
"Han, lo liat kan apa yang gue liat?"
"Liat lah b**o kantin rame banget buset" jawan Raihan dengan pandangan menyusuri seisi kantin "eh eh sana baru aja kosong tuh cepetan!" Raihan menunjuk sebuah meja yang baru saja ditinggalkan penghuninya dan dengan cepat Raihan menarik tangan Salsa ke tujuan
"Yah kotor, Han" kata Salsa setibanya di meja tersebut
"Ntar kan bisa panggil Mang Ujang buat bersihin, yang penting duduk dulu"
"Raihan! Duduk sini aja bareng kita itu mejanya masih kotor loh" ucap seorang cewek yang duduknya tepat di samping meja Raihan Salsa tapi hanya dibalas senyum tipis oleh cowok itu
"Anjir senyum gitu jadi makin manis deh" balas teman si cewek tadi dan mereka pun tertawa bersama
"Gue yang pesen, lo mau apa?" tanya Salsa yang terlihat sudah tidak nyaman dengan meja yang ada di sampingnya
"Gausah Sa, gue aja. Lo apa?" Raihan balik bertanya
"Batagor sama teh poci s**u ya" Salsa lalu memberi uang ke Raihan
"Oke, oiya tolong nih kalo ada Mang Ujang lo panggil suruh bersihin" Raihan lalu beranjak dari hadapan Salsa
Sambil menunggu Raihan, Salsa hanya memainkan handphonenya, buka ini tutup ini, hanya seperti itu agar ia terlihat sibuk sampai seseorang datang dan membuat Salsa menarik pandangannya dari handphone
"Gue boleh duduk sini kan?" tanya Alvin dengan senyum andalannya sambil membawa sebotol minuman cola
Salsa terkejut dengan kedatangan Alvin yang begitu tiba-tiba muncul di hadapannya "Eh Alvin? Boleh kok"
"Lagi sama siapa Sa? Sendiri doang?" Alvin membuka obrolan
"Biasa___"
"Raihan?" Alvin memotong perkataan Salsa
"Mang ujang! Sekalian nih bersihin daritadi ditungguin gak muncul muncul" suruh Salsa pada Mang Ujang yang kebetulan lewat di dekat meja Salsa
"Iya neng Salsa, tadi habis setor di wc" kata Mang ujang sambil mengambil mangkuk bekas orang yang duduk di meja Salsa sebelumnya
"Idih ini kantin mang ngapaiin ngomong gituan" omel Salsa
"Gapapa kali Neng, eh iya tumben ga sama Raihan? Sekarang sama Alvin lagi ya cie" goda Mang Ujang
"Apaan sih Mang" kali ini Alvin yang angkat bicara
"Kalo kata anak jaman sekarang tuh geje keje eh apaan da?"
"PJ kali mang" jawab Salsa dan Alvin bersamaan
"Nah itu itu pajak jadian! Cie cie" Mang Ujang sudah sangat lama mengabdi di Jaya Negara ini, sejak ia bujangan sampai sampai sekarang ia mempunyai 4 anak, karena tumbuh di sekolah membuat Mang Ujang tetap jiwa anak sekolahan.
Bersamaan dengan itu Raihan datang sambil membawa sepiring batagor untuk Salsa dan gado-gado. Suasana yang tadinya riuh karena Mang Ujang yang ber-cie-cie ria, kini terdiam.
"Wah wah Neng Salsa di rebutin dua cowok nih"
Raihan lalu menaruh batagor Salsa diatas meja. "Minggir" perintah Raihan pada Salsa
"Lo duduk samping Alvin kek Han" dengus Salsa tapi dia tetap menuruti permimtaan Raihan
"Duduk sini aja Bro, kebetulan tadi gaada tempat jadi gue numpang disini" jelas Alvin. berhubung Alvin duduk di hadapan Salsa jadinya Raihan mengambil posisi di samping Salsa, bukan Alvin
"Minumnya bentar lagi, gue makan duluan ya laper" kata Raihan singkat dan padat tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya
"Mang ujang ngapaiin disini? 'kan mejanya udah bersih" tanya Alvin
"E_eh iya maaf ini saya berasa nonton sinetron heheh" Mang Ujang pun beranjak pergi sambil mendorong troli yang isinya piring-piring kotor
"Teh pucuk sama teh poci susunya" Mbak Neni lalu menaruh minuman pesanan Salsa Raihan
"Makasih Mbak" kata Salsa
Suasana di meja mereka bertiga sangat awkward. Apalagi Salsa yang tidak pernah merasa se kikuk ini
"Raihan!" Panggil Zaky, teman futsal Raihan
"Woi!" Balas Raihan pada teman-temannya yang duduknya tidak jauh dari Salsa, Raihan, Alvin
"Gue kesana dulu" Raihan pamit sambil membawa tehnya dan menyisakah piring gado-gadonya.
Salsa bernafas lega ketika Raihan pindah posisi ke tempat teman futsalnya, setidaknya dia bisa fokus ke Alvin.
Raihan's Point On View
Rasanya aneh banget dah jadi obat nyamuk antara Salsa Alvin rasanya pengen cepet naik ke kelas, lagian Alvin kok bisa tiba-tiba mincul gitu? Ganggu banget sumpah tuh kadal.
"Raihan!" tiba-tiba Zaky manggil. Makasih ya Allah ini pertolongan banget
"Woi!" sapa gue balik ke mereka, tanpa pikir panjang pun gue berdiri dan menyusul untuk duduk di meja Zaky
"Gue kesana dulu" kata gue asal ke Salsa Alvin sambil nyambar teh gue yang isinya masih setengah.
"Minggir lo bemo" suruh gue pada Fahri yang kebetulan badannya gede, bangku kantin cuman buat dia doang yang duduk
"Eh Han, itu Alvin kan? Kok dia nimbrung ama lo ama Salsa?" tanya Hasan
"Ho'oh untung lo panggil gue Ky, kalo gak mampus dah gue jadi obat nyamuk" kata gue
"Emang mereka pacaran?" tanya Zaky penasaran
"Ga sih tapi kek pacaran kan?" gue nanya balik ke mereka
"Oh gue tau Alvin nih!" Fahri angkat bicara
"Jangan berisik b**o kedengeran" ancam gue
"Hehe maaf soalnya kemaren gue liat foto Alvin ama Salsa di grup angkatan" kata Fahri
"Nah! Itu Han! Dari tadi gue liat mukanya kayak pernah liat gitu" tambah Zaky
"Ada apaan emang di grup? Gue ga masuk anjir"
"Lah masa? Anak eksisnya JARA (Jaya Negara) kok gamasuk hahah" tawa Hasan diikuti Zaky ama Fahri
"Neh lo baca deh" Hasan lalu ngasih handphonenya ke gue, gue pun baca dengan seksama.cielah
"Heboh banget kan" kata Zaky
"Hm ga juga sih" kata gue santai sambil sambil ngembaliin handphone Hasan, sekarang gue tahu tadi maksud Salsa di kelas soal grup angkatan
"Cie potek cie" goda Fahri
"Siapa yang potek coba jangan asal tuduh lo" sergah gue dengan cepat
"Alah gue tau lo cemburu kan Han? Gausah boong deh"
"Mau cemburu tapi bukan siapa-siapa. Cian"
"Anjir lo pada" kata gue yang kesel diledekin
"Aduh lo mah Han kayak ga punya nyali aja, lo ganteng, eksis, kapten futsal, apalagi sih yang kurang? Lo embat aja langsung" Hasan sok sok ngajar
"Yoi sebelum ditikung ama Alvin baru deh nyesel" tambah Zaky
"Sabar Han, Jomblo is Free" Fahri nepuk pundak Gue
"Freehatin" tambahnya lagi yang bikin kita berempat ngakak.
Tapi apa yang dibilang ama Zaky Hasan ada benernya juga. Mereka bertiga ini emang udah paling tau soal gue, gue suka cerita ke mereka soal Salsa, cerita kalo gue suka sama dia, gue gamau Salsa kenapa-napa, gue cemburu? Jelas iya. Tapi dia bukan siapa-siapa gue, jadi gue harus gimana?