Nathan hanya duduk dikursi santai, menikmati sinar matahari yang membuat kulitnya kecoklatan itu. Matanya terus mengawasi istrinya yang sedang membuat tulisan yang entah apa ditepi pantai. "Hah... Liburan terbaik memang liburan tanpa Adrian," gumam Nathan tersenyum kecil. Mengajak Adrian jauh lebih merepotkan dari pada mengajak Kenan. Saat liburan, yang Kenan lakukan hanya melihat-lihat sekitarnya dengan mulut yang rapat, mungkin hanya sesekali menyahut jika diajak mengobrol. Tapi jika Adrian, bocah itu akan mengoceh panjang x lebar. Cukup untuk membuat telingamu berdenging. "Dad!" pekik Febi berlari kearah Nathan. Nathan mulai bangun dari posisinya dan memilih untuk duduk, menunggu istrinya itu sampai pada posisinya saat ini. Nathan melepas kacamata hitamnya dan tersenyum melihat istr
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


