Nathan menghela nafasnya berat. Benar-benar berusaha menekan emosi dan amarah dalam jiwa dan raganya serendah yang dia bisa. Melihat pemandangan didepannya membuat Nathan ingin meremukkan semua tulang belulang Bayu karena berani mencari kesempatan dalam kesempitan pada istrinya. Flashback Pukul setengah delapan malam. Nathan dan Febi baru saja selesai makan malam. Nathan sedang menonton TV dengan Febi yang duduk disampingnya, menyandarkan kepalanya pada d**a bidang Nathan yang sedang fokus menonton berita bisnis di layar TV. "Dit." "Hmm?" gumam Nathan membuat Febi mencebikkan bibirnya. "Adit..." panggilnya lagi membuat Nathan akhirnya menurunkan pandangannya dari TV, menatap istri cantiknya yang tengah cemberut itu. "Apa sayangku?" tanya Nathan mengusap lembut puncak kepala Febi.

