"Cepet tulis." Entah sudah ke berapa kali kalimat itu terlontar dari mulut Genta, yang pasti cewek di depannya hanya terpaku dengan air mata mengalir. Seperti biasa, cengeng. "Bukunya ga bakal selesai kalo misal lo gamau nulis sekarang." "Genta--" "Semua jawaban tergantung lo Alea. Kalo lo mau bukunya berakhir happy ending atau sad ending." Sekali lagi, Alea menyerut ingusnya yang sempat keluar, lalu kembali membaca judul babnya. Alea Hanya tertulis namanya saja dengan di akhiri gambar daun yang jatuh. Alea menggerakkan tangannya kaku, bekas air matanya di tangan sedikitnya mengotori buku berwarna coklat itu. Ia membuka halaman paling depan buku itu, mendapati banyak fotonya di sana, dan hanya ada satu foto Genta di tengah. Halaman pertama... I Halaman kedua... Love Halaman ket
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


