H+46 (4) "Genta?! Mukanya kenapa?!" Genta tiba-tiba menyandarkan kepalanya di pundak Alea. Namun Alea kembali menegapkan tubuh Genta. Mata cowok itu sayu, menatap enggan pada wajah Alea. "Berantem sama Galen, kan?! Iya kan?! Udah Alea bil--" Tapi, Genta lagi-lagi menyandarkan kepalanya si bahu Alea. "Obatin coba. Sakit banget," ucapnya kecil dan memejamkan mata. Alea lantas memegang tangan Genta, menariknya ke sofa tengah. Setelahnya cewek itu sibuk mengeluarkan obat dari kotak P3K. Genta meringis saat kapas beralkohol itu menempel di memarnya. Tapi reaksi Alea hanya diam, tak mengindahkan. "Maaf," ucap Genta, membuat Alea sedikit mengernyit, namun kembali sibuk membersihkan luka di wajah Genta. "Jangan diem, Al." "Alea." Grep! Genta menahan tangan Alea yang mencoba untuk member

