Kini aku sudah lulus sekolah, ada rasa ingin lanjut ke jenjang selanjutnya yaitu kuliah, mas herma juga mengizinkan ku untuk kuliah kalau aku mau.
Aku masih harus pikir pikir dahulu, soalnya kuliah bukan mudah seperti sekolah.
Setelah lulus sekolah aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah, bahkan setiap hari kerjaan ku itu itu terus.
Mengantar mas herman sampai depan rumah untuk berangkat kerja, dan sore nya menyambut nya pulang kerja.
drrttt.... drrtttttt...
Tiba tiba ponsel ku berdering, segera ku lihat pada layar nya, ternya sahabat ku tiana.
"hallo din.." ucap tiana
"hallo tian.." jawabku..
"kamu sedang apa?
keluar yuk jalan jalan, nongkrong gitu, kan sudah lama tidak ngobrol"
Boleh juga ajakan tiana ini, dari pada aku dirumah terus, malah setres aku nanti. ucapku dalam hati
"Boleh deh tian, tapi aku izin dulu ya untuk keluar. Nanti aku hubungi lagi." jawabku
Tiani yang menganggap aku izin dengan orang tua ku mengiyakan saja.
Aku mencoba menelfon mas herman untuk meminta izin keluar dengan tiani, kalau tidak izin bisa bisa marah lagi dia.
Tuttt... tuuttt......
"Hallo sayang....." jawab mas herman dalam ponselnya
"Hallo mas, sedang sibuk tidak?..."
"Tidak sayang.. ada apa?" ucapnya lagi
"Aku mau izin keluar baren tiani boleh tidak?
berdua doang kok mas, aku dan tiani saja" ucapku meyakinkan
"Mau kemana sayang?
Beneran berdua doang?" ucap mas herman
"Ingin jalan jalan saja sih mas, nongkrong gitu. Beneran cuma berdua doang kok mas. Boleh ya mas, aku kan bosen juga mas kalau dirumah terus, apalagi tidak ada teman nya" ucapku merayu mas herman
"Yasudah boleh ya, tapi janji memang cuma berdua doang dengan teman kamu, pastikan juga sebelum aku sampai rumah, kamu harus sudah ada dirumah. Aku mau istriku selalu menyambutku sepulang kerja" ucapnya...
"Siap bos..." hanya itu saja yang aku ucapkan agar tidak banyak memakan waktu.
Tanpa berlama lama gegas aku menghubungi tiani.
ttuuutt... ttuuuutt....
"Hallo.." sahut tiani
"Hallo tiani, yuk deh kita jalan jalan. Tapi kita cuma berdua doang kan?
Soalnya aku tidak ingin ada laki laki yang ikut." ucapku
"Santai saja sahabatku, kita hanya berdua saja kok, hitung hitung lepas kangen. Oke deh, kita ketemuan di mall nya ya" ucap tiani
"oke" jawabku kemudian menutup panggilan dari tiani.
Tanpa berlama lama aku segera bergegas bersiap siap.
Tidak berapa lama aku pun sudah siap, lalu segera ku pesan taksi online untuk kesana.
Setelah selama 20 menit aku di perjalanan akhirnya aku sampai juga.
"tian......." saapaku..
"dina....." balasnya, dan dia langsung memeluk lalu mencipika cipiki aku
"kita mau kemana dulu nih" tanyaku
"gimana kalau kita keliling mall dulu, mana tahu ada yang cocok, kita bisa sekalian shopping" ucapnya...
"oke deh" jawabku sambil mengangguk...
Banyak sekali belanjaan tiani sampai sampai dia kesusahan membawa nya.
"Din bantuin aku dong" rengeknya..
"Sini deh aku bantuin. Makanya kalau belanja jangan kebanyakan begini. Gimana kalau kita makan dulu, laper nih aku" ucapku...
"Boleh deh yuk"....
Setelah sampai di restoran kami segeran memesan makanan, karena keasyikan shopping sampai kelaparan.
Tidak berapa lama makanan pun tiba.
Pada saat makan ada seseorang yang memanggil tiani. Entah siapayang mmemanggil aku tidak tahu, namun lama kelamaan dia malah berjalan mendekati kami.
"Tianii..." ucapnya seseorang itu
Dan ternyata dia jaka, sahabat tiani, jaka bersama irul yang kenal juga dengan tiani.
"Habis dari mana kalian?" tanya tiani pada jaka dan irul
"Ini kami habis mencari sepatu untuk futsal, terus ingin makan, tapi kulihat ada kamu dan dina.. Hai din...." ucap jaka
"Hai jak..." balasku biasa saja
"kalau kita satu meja saja tidak keberatan kan?" tanya jaka
"Tentu tidak dong, ya kan din?" jawab tiana
Aku hanya diam saja mendengar nya. Mau mengusir juga tidak mungkin, tidak sopan, tapi kalau mas herman tahu kami satu meja dengan laki laki gimana, terlebih orang nya jaka. Mas herman kan tidak suka dengan dia.
Tapi mas herman juga tidak tahu kan, lagian aku dan tiani ketemu mereka tidak sengaja.