25. Tak Punya Hak, Tapi Punya Harga Diri

1095 Kata

“Masuk ke ruanganku sekarang. Kita mulai pembahasan sistem baru yang kuinginjan.” Nada Zayn tegas. Tidak tinggi, tetapi cukup untuk membuat suasana kembali formal. Ia sadar, saat ini ia harus bersikap profesional. Di lantai eksekutif ini bukan hanya ada Veronika. Ada staf dari divisi lain. Ada Pram. Dan reputasinya sebagai CEO tidak boleh ternodai oleh emosi pribadi. Zayn memberi isyarat kecil pada Veronika agar ikut masuk. Veronika langsung mengerti. Ia mengambil tablet kerjanya dan berjalan mengikuti langkah Zayn tanpa banyak bicara. Namun sebelum benar-benar masuk ke dalam ruangan, Zayn sempat berhenti sepersekian detik. Tatapannya kembali mengarah pada Nayla. Tajam. Dalam. Sulit ditebak. Bukan tatapan seorang atasan pada bawahannya. Lebih seperti seseorang yang sedang menahan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN