Tidak Percaya

1234 Kata

Langkah kaki Nada terdengar mantap di lorong kantor NCMG siang itu. Jam dinding menunjukkan pukul dua siang, di luar gedung, sinar Mentari terlihat menyala terang. Beberapa karyawan tampak lalu Lalang. Sibuk, dengan urusan an pekerjaan masing-masing. Nada menarik napas panjang sebelum mengetuk pintu kayu itu. “Masuk,” suara Arfa terdengar datar, nyaris tanpa emosi. Nada mendorong pintu, menapaki ruangan luas yang dipenuhi aroma kopi dan sisa asap rokok. Di balik meja panjang dari kayu jati, Arfa duduk tegak, wajahnya kaku, matanya tajam menusuk. Tanpa basa-basi, Nada meletakkan sebuah map cokelat di atas meja, map yang tadi dilemparkan Luna kepadanya. “Bukankah ini yang anda cari, Pak?” Nada berkata tenang, nyaris sinis. Arfa melirik sebentar, lalu meraih map itu. Tangannya membuka lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN