Sepertinya Dia Mencintaimu?

1052 Kata

Malam ini Jakarta mendung. Udara dingin cukup menusuk, namun Nada masih betah duduk di balkon unit apartemennya. Tangannya masih berselancar di layar ponsel, sementara teh hangat buatan sang ibu mulai mendingin. Tidak lama, Nada mendengar suara derap langkah kaki. Aroma sereh dan wangi santan tercium oleh hidung Nada. Ia menoleh, tersenyum melihat potongan-potongan bika ambon yang baru saja matang dengan asap masih mengepul di atasnya. “Ibu jadi buat bika ambon?” tanya Nada lembut. Ia letakkan ponselnya di atas meja karena baginya, momen bersama sang ibu sangat langka. Jadi ia tidak mau mengabaikan begitu saja. Damini tersenyum. Ia letakkan piring berisi potongan bika ambon itu di atas meja, lalu ia duduk di kursi berbeda di samping Nada. Mereka dipisahkan oleh sebuah meja persegi. “Iy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN