Suasana pagi di kantor NCMG terasa ganjil hari ini. Tidak ada riuh rendah tawa seperti biasanya, tidak juga sapaan ramah antar karyawan yang biasanya mengisi udara. Seolah semua orang sedang menahan napas, takut mengganggu ketegangan yang menggantung di udara. Nada melangkah pelan di antara deretan meja kerja. Suara langkah sepatunya terdengar lembut di lantai marmer yang mengilap, namun setiap detiknya terasa berat di dadanya. Kejadian semalam masih berputar di kepalanya—begitu jelas hingga setiap kali ia memejamkan mata, bayangan itu kembali hidup. Wajah Arfa. Suara beratnya yang lirih memanggil nama “Nada…” Tangan hangatnya yang sempat menahan pergelangan tangan Nada, membuat wanita itu rebah ke atas ranjang. Dan bagaimana jantungnya sendiri berdetak terlalu cepat malam itu, di an

