ADA YANG DATANG

1248 Kata

   Tenebris berbaring dengan posisi miring, ia menatap Lux yang kini berada di sampingnya. Gadis itu sudah mendapatkan pengobatan, bahkan ia juga memberikan beberapa persen energi hidupnya untuk membuat Lux tetap bertahan.    Tenebris mengelus pipi Lux, wajah pucat gadis itu juga perlahan lebih segar. Tetapi yang membuatnya aneh, kenapa Lux tidak juga membuka mata? Apa ada sesuatu yang tidak bisa diprediksi oleh ia dan semua orang?    Pria itu merapikan rambut Lux yang terlihat sedikit berantakan, ia kemudian mengecup pipi gadis itu, dan kembali memeluk tubuh Lux agar tetap hangat.    Tenebris sangat berharap gadisnya membuka mata, ia ingin bertanya banyak hal pada gadis itu. Rasa rindu menusuk tanpa henti, meski Lux ada di dekatnya.    Tenebris mengelus rambut hitam nan panjang mi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN