Idris duduk diam sambil menatap ke arah bola kristal, ia sejak tadi tak bisa melewatkan kejadian demi kejadian yang ada di dalam sana. Rasanya begitu sedih, tapi sisi egois dalam dirinya kembali menjadi lebih besar. Dengan jelas dirinya melihat Klan Witch dan beberapa klan lainnya menjadi korban keganasan kaisar. Ia terluka saat orang-orang tak bersalah harus meregang nyawa, tersiksa, bahkan mati secara tak terhormat. Idris membaringkan raganya di atas peraduan, pria itu terpejam sesaat. “Huh ... sekarang masalahnya semakin besar. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.” Meski pun ia adalah seseorang yang kejam, tetapi ia akan kejam kepada musuh-musuhnya, dan tidak akan mengganggu orang yang tidak bersalah. Pria itu kemudian membuka mata, ia harus membicarakan masalah

