BAB 23 Arumi terdiam. Lalu tersenyum, “ Kamu tahu kan aku introvet ketika naksir seseorang aku takut ketahuan jadi daripada ketahuan mending menutup diri.” Arumi berbohong. “Wah siapa diantara kita yang kau taksir Arumi.” Teti teman sebangkunya penasaran. “Rahasia, tapi kan sekarang sudah lupa malah siapa yang ditaksir.” “Nggak mungkin, paling masih terpendam dalam hati.” Yang lain makin penasaran. Arumi bingung karena memang dia berbohong untuk menutupi saat dia dinodai dulu. Lama bercengkrama dengan teman-temannya Arumi pun pamit sudah terlalu lama meninggalkan suami dan anak-anak. Setelah pamit Arumi pun beranjak pulang, sedang teman-temannya masih betah ngobrol. Diperjalanan Arumi membeli makanan ringan untuk keluarga kecil dan mertuanya. Sampai depan rumah sengaja mobil dipar

