BAB 21

1526 Kata

BAB 21 Semua terenyuh melihat kondisi Arumi. “Kang Hendra sekarang aku yang jagain Teteh, lagian kalau Teteh ingin buang air aku muhrimnya. Akang jagain Rasya saja yaa !” Hendra mengangguk. Semua orang membesarkan hati Arumi. Ceklek pintu terbuka, semua menoleh pada pintu. Rena hendak masuk, Hendra langsung narik Rena keluar, “Tolong bersikap wajar jangan terlihat sedih beri dia sugesti yang tidak membuat dia tambah sedih.” Walaupun Rena ingin memeluk menangis tapi mengangguk, akan berusaha membuat suasana tidak menyedihkan. Hendra menuntun Rena mendekati Arumi. “Arumi, aku senang kamu sudah sadar. Kamu jangan khawatir soal usahamu, aku sudah manggil anakku dan ibuku untuk ikut membantu. Kamu tahu anakku aku kursuskan pembuatan roti dan pastry sesuai keinginanmu. Makasih yaa kenal d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN