42. Gaun Pernikahan

1436 Kata

Hari-hari terus berlalu, dan lusa adalah hari pernikahan Riska. Semua orang sibuk mempersiapkan segalanya dan Riska hanya bisa mengurung diri di dalam kamar. Tak ada yang bisa dilakukannya, kecuali menyibukkan diri dengan beribadah. Ponsel, laptop, dan televisi di kamarnya telah disita oleh sang Papa. Membuatnya benar-benar kehilangan sesuatu yang bisa menghiburnya. Tetapi tak apa, karena hal itu membuat dirinya semakin rajin sholat, mengaji, dan berdzikir. Sekarang, Riska telah ikhlas dengan masa lalunya. Ia akan membuka hati untuk menerima pernikahan ini dan calon suaminya. "Riska, ayo makan dulu, nak." ucap Rini pada putrinya yang tengah duduk sambil berdzikir. Tangan Riska tak henti-hentinya memencet tombol dzikir digital. Karena kehadiran sang Mama, membuatnya terpaksa mengakhiri ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN