40. Mendatangi Rumah Calon Istri

2318 Kata

Riska menyeret koper besar dari kamarnya. Pagi ini, ia memutuskan untuk mengangkat kaki dari desa. Semuanya sudah hancur, tak ada yang bisa diharapkannya lagi. Kecuali menerima perjodohan itu dan hidup bersama lelaki yang tak dicintai. "Sudah siap, Sayang?" tanya Rini pada putrinya. Riska tak menjawab. Ia langsung menuju mobil. Namun langkahnya terhenti saat melihat teman-temannya yang lain berkumpul dipekarangan rumah. Salah satunya ada Ustadz Rifki yang tak bisa berbuat apa-apa. Lelaki itu hanya bisa menatap diam ke arahnya. "Lo semua seneng 'kan, karena gue bakal angkat kaki dari desa?!" teriaknya sarkas. Revan menepuk pundak adik sepupunya. Sejak kemarin, Riska terus menangis hingga sembab. Sejenak ia merasa tak tega, negosiasi dengan Om dan Tantenya pun hanya berakhir sia-sia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN